Dark Mode
  • Saturday, 21 May 2022

Terlibat Pengeroyokan Anggota Brimob, Jandia Eka Putra Dipanggil Kepolisian

Terlibat Pengeroyokan Anggota Brimob, Jandia Eka Putra Dipanggil Kepolisian

Jandia Eka Putra tersangkut kasus pengeroyokan seorang anggota Brimob Polda Sumbar (Foto: Instagram/@jandiaekaputra)


PADANG - Kiper PSIS Semarang musim lalu, Jandia Eka Putra dipanggil pihak kepolisian. Itu karena dia sempat diperiksa terkait kasus pengeroyokan seorang anggota Brimob Polda Sumbar.

 

Kasatreskrim Polresta Padang, Kompol Dedy Adriansyah Putra, memastikan kiper PSIS Semarang itu tidak akan ditahan.

 

"Untuk Jandia Eka Putra sampai saat ini masih saksi. Kita juga sudah menetapkan lima orang tersangka, tiga di antaranya sudah ditahan," kata Kompol Dedy kepada wartawan, Selasa (10/5/2022).

 

"Tiga orang yang ditahan itu adalah DW (32), DWP (27) dan SR (48). Sementara dua lainnya masih berstatus di bawah umur, berinisial ME (17) dan FK (13),” ucap Dedy.

 

Sekadar informasi, kasus pengeroyokan tersebut diduga dilakukan Jandia bersama sejumlah orang di Pantai Pasir Jambak, Sumatera Barat, Minggu (8/5/2022). Akibatnya, sang pesepak bola sempat diperika pihak kepolisian.

 

M11Bet, Situs Betting Online Resmi Indonesia. Pasaran Terbaik, Layanan 24/7, Resmi

Kejadian itu berawal saat anggota Brimob Polda Sumbar bernama Briptu Fauzi sedang berwisata bersama keluarganya di Pantai Pasir Jambak.

 

Pada waktu bersamaan, Jandia Eka Putra bersama beberapa orang juga bermain bola di lokasi yang sama.

 

"Bola yang dimainkan Jandia Cs hampir mengenai keluarga anggota Brimob, anggota itu sempat menegur sebanyak dua kali sehingga terjadi cekcok mulut hingga berujung pemukulan," terang Dedy.

 

Sang pesepak bola diketahui bermain bersama lebih dari 10 orang, termasuk beberapa di antaranya masih berada di bawah umur. Briptu Fauzi yang sempat menegur, terkena pukulan dari pelaku.

 

"Anggota itu terkena pukulan, semua yang terlibat dalam kejadian itu masih kami amankan," tukas Dedy.

 

Sementara itu, Jandia mengaku kepada petugas tidak terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Bahkan, saat terjadi perkelahian, Jandia berusaha melerai dan cukup banyak yang menyaksikan insiden itu.

 

"Adik saya sedang main bola kemudian dibentak oleh korban, kami juga sudah minta maaf kepada pihak korban, namun terjadi penghinaan dari korban kepada pihak kami sehingga terjadi perkelahian," kata Jandia.

 

Comment / Balasan dari