Dark Mode
  • Saturday, 21 May 2022

Tambun Naibaho Kecewa, Wasit di Geopark Kaldera Toba Cup 'Rusak' Mental Pembinaan

Tambun Naibaho Kecewa, Wasit di Geopark Kaldera Toba Cup 'Rusak' Mental Pembinaan

Tambun Naibaho menyerahkan surat protes dan bukti kepemimpinan wasit kepada Asprov PSSI Sumut (foto : Istimewa) 


BOLAHITA, MEDAN - Mantan pemain sepakbola profesional, Tambun Naibaho yang kini giat dengan pembinaan bersama klub Antap Samosir melontarkan kritik kepada wasit di gelaran Geopark Kaldera Toba Cup 2022.

 

Kritik ini dikeluarkan setelah beberapa kali mendapatkan keputusan yang tidak fair dari wasit yang memimpin pertandingan saat mengikuti gelaran sepakbola di Sidikalang, Kabupaten Dairi. Teranyar adalah saat timnya bertanding di Geopark Kaldera Toba Cup, event gelaran menteri BUMN, Erick Thohir.

 

"Kejadiannya di tanggal 29 Maret 2022 lalu, dimana tim kami Antap Samosir bermain dengan wakil Humbahas, D'Junior. Dalam laga partai semifinal itu, kami sangat merasakan dan mendapatkan keputusan - keputusan wasit yang tidak sesuai rule of the game, terlalu tidak fair, tidak adil," kata Tambun Naibaho, eks pemain profesional yang pernah memperkuat PSMS Medan, PSS Sleman, Persiba Balikpapan, PS TNI hingga Produta FC tersebut.

 

 

"Kami bukan mempersoalkan hasilnya, kita siap menang siap kalah. Tapi kalau karena kepemimpinan wasit ini parah. PSSI saat ini sedang menggelorakan kebangkitan sepakbola kita, ini malah wasit di daerah ikut merusak semangat PSSI. Merusak citra pembinaan, bahkan mental pemain muda kita," ucap Tambun Naibaho.

 

Antap Samosir melalui Tambun Naibaho dkk pun sudah melaporkan kejadian ini kepada Asprov PSSI dan Askab PSSI Dairi. Mereka memberikan langsung surat protes serta bukti-bukti seperti video cuplikan keputusan wasit yang kontroversial.


"Kalau tidak parah, kami tidak mungkin melaporkan ini. Saya juga mantan pemain sepakbola dan tahu bagaimana rasanya jika dicurangi secara langsung seperti ini. Bahkan asisten wasit 2 memukulkan gagang bendera kepada pemain Antap, Erwin Tamba setelah pertandingan berakhir. Wasit di Geopark Kaldera Danau Toba di Dairi ini konyol," sesal Tambun Naibaho.


Dengan melaporkan kepemimpinan wasit ini ke Asprov dan Askab PSSI Dairi, Antap Samosir hanya berharap kebersamaan visi dalam membangun sepakbola di daerah. Supaya menghukum oknum-oknum termasuk wasit yang nakal. Kemudian Turnamen Geopark Kaldera Danau Toba juga tidak diketahui oleh Asprov PSSI sebagai induk sepakbola di Sumut.


"Kami meminta ada respon dari Asprov dan Askab PSSI Dairi, ya berupa sanksi bagi si wasit yang memimpin laga kami agar tidak ditugaskan lagi di event-ebent resmi PSSI. Karena kita mau semangat pemain muda kita di sepakbola dirusak," Tambun Naibaho.


Sementara itu pihak Askab PSSI Dairi sendiri ketika dikonfirmasi mengaku akan segera membahas laporan protes yang dilakukan Antap Samosir. "Iya, kami akan membahas protes Antap Samosir ini dengan Exco PSSI Dairi," jawab Gokkon Tambunan dari Askab PSSI Dairi.

 

Sekadar mengingatkan bahwa gelaran ini menyisahkan partai final antara PSSD Dairi versus D'Junior Humbahas. (ril)

 

IKUTI DAN FOLLOW KAMI DI INSTAGRAM 

Comment / Balasan dari